Begini Suasana Ramadan di Amsterdam

Puasa di Belanda berlangsung sangat panjang, karena bulan Ramadan di Eropa jatuh pada musim panas. Pada bulan Juni dan Juli matahari cepat terbit dan lama tenggelam. Akibatnya Imsak pada hari pertama pukul 03:03 pagi dan Magrib pukul 22:05 malam. Jadi bagi Anda yang sedang liburan ke Belanda, jangan kaget menunggu waktu berbuka yang sangat lama.

Berpuasa dengan durasi sekitar 19 jam ini jelas berbeda dengan Indonesia yang terletak di Garis Khatulistiwa sehingga durasinya setiap tahun hampir sama antara 13 – 14 jam. Selain itu perbedaan mencolok antara puasa di Indonesia dengan di Belanda adalah kehidupan dan keseharian di dalam masyarakatnya.

Perlu Anda ketahui, di Belanda ini terdapat sekitar 1 juta penduduk berlatarbelakang muslim. Dari jumlah total penduduk sekitar 16,5 juta jiwa. Walau demikian, Ramadan di Belanda tidak banyak mendapat perhatian dari publik maupun pemerintah. Dan masih cukup banyak penduduk di sini yang tidak bisa membayangkan, orang mampu dan mau menahan makan dan minum selama 19 jam.

Berbuka-Eropa5Di Belanda, aktifitas bermasyarakat, secara umum tidak banyak berubah, biasa saja seperti hari-hari sebelumnya. Di jalanan masih tetap ramai dan sepi. Taman-taman masih rapi seperti biasa. Pertokoan menjual barang yang mereka biasa jajakan. Banyak hotel di Amsterdam yang dekat dengan aneka makanan untuk Anda berbuka.

Jika Anda bingung dan tidak yakin dengan aneka makanan yang disediak di hotel di Amsterdam atau restoran di dekat hotel di Amsterdam Anda tinggal, Anda bisa berkunjung ke kampong muslim. Di perkampungan muslim Maroko dan Turki di Amsterdam, Utrecht, Den Haag, Rotterdam memberikan rasa dan suasana Ramadan. Biasanya masjid di sini menawarkan acara buka bersama.

95c30758-9bd7-4e6f-a8e2-02f1ceb1

Tapi, tidak jarang pula masjid dan mushola di Belanda membuka pintu bagi warga non-muslim untuk berbuka bersama. Undangan itu merupakan anjuran dari pemerintah Belanda dengan tujuan untuk saling mengenalkan warga dari berbagai budaya dan agama.

Di saat bulan Ramadan, pertokoan menjual barang kebutuhan Tajil atau buka puasa. Korma dari berbagai bentuk dan harga terpampang di dekat kasa. Buah-buahan segar seperti Semangka dan Melon bertumpukan di keranjang dan peti tersaji di trotoar depan took. Jadi, saat liburan ke Amsterdam, Anda tidak akan kesulitan untuk mencari takjil yang enak.

Banyak hotel di Amsterdam yang terletak beredekatan dengan kampung muslim ini. Untuk memudahkan liburan Anda di Belnada, khususnya Amsterdam, Anda bisa booking hotel di Amsterdam ini dari jauh hari saat libur Ramadan seperti ini. Nah, sudah siap menikmati puasa panjang di Amsterdam? (FNF/Admin)